Home / Berita & Kegiatan

Akreditasi sebagai Cerminan Kualitas Kinerja

Berita 19 Agustus 2021 Penulis : Alwafi News

Oleh : Fortin Sri Haryani

Alhamdulillah  SMA Al Wafi Islamic Boarding School (IBS) akhirnya mendapatkan  kesempatan mengikuti aktreditasi yang diselenggararakan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) SM di hari Senin dan Selasa, 9 – 10 Agustus 2021. Ada yang berbeda di akreditasi tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni bila di tahun-tahun sebelumnya berbasis data, maka untuk akreditasi tahun ini berbasis kinerja.

Jenis  Indikator compliance akreditasi meliputi Indikator Compliance Mutlak (ICM) dan Indikator Compliance Relatif (ICR). ICM bersifat mutlak dan harus dipenuhi oleh sekolah sebelum dilakukan proses audit DIA (Data Isian Akreditasi ). Sekolah yang tidak memenuhi ICM maka tidak akan menjadi sasaran akreditasi. Skala pengukurannya biner (ya/tidak). Sedangkan Indikator Compliance Relatif (ICR) indikator ini menjadi bagian dari sistim skoring seperti indikator performance, tetapi didasarkan data sekunder.  Skor ICR akan berkontribusi terhadap skor akhir dalam penentuan hasil akreditasi sekolah. Skoring ICR dilakukan secara sistem berdasarkan data sekunder/dokumen dengan skala pengukurannya Likert (1,2,3 dan 4)

Dalam kegiatan akreditasi ini asesor melakukan klarifikasi, konfirmasi dan validasi melalui metode observasi, tela’ah dokumen dan pengisian angket. Penilaian kinerja ini adalah memotret apa yang telah dilakukan oleh sekolah dan melalui akreditasi ini menjadi upaya agar senantiasa kita dapat menjaga kualitas mutu dengan baik.

Ada 4 kinerja inti yang dinilai oleh asesor dalam proses akreditasi ini, yakni : Mutu lulusan,  Proses Pembelajaran, Mutu Guru dan Manajemen Sekolah. Seluruh warga sekolah, orang tua murid juga masyarakat terlibat di dalamnya. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Saling berkontribusi dan berkolaborasi demi mewujudkan keselarasan dan keharmonian dalam pendidikan.

Mutu Lulusan

Sekolah yang baik tentunya menghasilkan output yang berkualitas. Maknanya tidak hanya bersandar pada kognitif namun memiliki keimanan dan ketakwaan serta  akhlak dan adab yang mulia jauh lebih penting dan menjadi prioritas utama. Sehingga akan terlahir generasi yang unggul dan berkarakter menebar manfaat untuk umat. Dengan tersebarnya alumni  di dalam dan luar negeri baik jurusan umum maupun diniyah dalam 3 tahun ini  di sekolah kami alhamdulillah mendapatkan apresiasi yang baik dari asesor dalam penilaian mutu lulusan.

Proses Pembelajaran

Guru yang baik mampu membuat perubahan dalam diri siswanya melalui proses pembelajaran. Tentunya untuk mendisain pembelajaran yang baik memerlukan persiapan sebelum proses dilakukan,  dan mengevaluasinya setelah proses pembelajaran selesai. Maka sejatinya waktu yang dibutuhkan oleh guru dalam proses pembalajaran mencakup 3 ranah, yakni : persiapan, proses dan evaluasi. Berdiskusi dengan teman sejawat di waktu senggang  sambil meneguk hangatnya kopi hingga terlahir inspirasi menjadi quality time bagi seorang pendidik.

 

Mutu Guru

Guru adalah teladan bagi para muridnya, digugu dan ditiru dalam bahasa Jawanya. Minimal ada 4 kompetensi guru yang harus dipenuhi, yakni : kepribadian, sosial, pedagogis dan professional.  Guru yang baik senantiasa memiliki semangat belajar yang baik. Terus berupaya mengupgrade kapasitas dan kompetensi diri. Dan untuk di era digital saat ini kemampuan ICT sangat dibutuhkan, sehingga mampu mengakselerasi dan mangkatalisasi proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

 

Manajemen Sekolah

Manajemen sekolah berkaitan dengan pengelolaan kinerja sekolah. Mengoptimalkan berbagai potensi yang ada serta memberdayakan sumber daya yang ada di dalamnya guna mencapai visi misi Lembaga. Interaksi, komunikasi dan kolaborasi dengan pihak external guna membangun konsep pendidikan berbasis partisipatif dan terwujudnya harmonisasi dengan masyarakat menjadi hal yang sangat penting di era globalisasi saat ini.

 

Ciri Khas Sekolah

Hasil Akreditasi adalah cerminan kinerja kita. Totalitas dan kerjasama  menjadi kunci dalam upaya mewujudkan kualitas yang baik. Sedikit berbagi pengalaman dari sekolah kami dalam kegiatan visitasi kemarin. Di samping instrumen standar yang harus terpenuhi, ciri khas sekolah menjadi point yang cukup diapresiasi oleh asesor. Seperti kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui  ekskul berkuda, berenang atau programming misalnya. Pengembangan kurikulum ALICI (Active Learning and Islamic Character Integrated), yakni kurikulum yang yang mengintegrasikan Al Qur’an dan hadist dalam materi pembelajaran dan penekanan pentingnya karakter Islami bagi seluruh warga sekolah.  Tahfidz dan Bahasa Arab sebagai program unggulan serta keberadaan Lembaga training ILLC ( Islamic Leadership Learning Center)  yang senantiasa menjaga stamina pendidik agar terus semangat dalam meningkatkan kualitas teaching skillnya melalui  berbagai training di sekolah kami.   Ciri khas sekolah juga menjadi bukti adanya inovasi di sekolah.

 

Selesai akreditasi  seyogyanya  meningkatkan kualitas kinerja  karena telah bertambah ilmu dan pengalaman kita. Budaya disiplin dan kesungguhan dalam bekerja  harus lebih baik lagi, karena amanah yang sesungguhnya adalah hari-hari kita bersama siswa. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam surat Al insyirah ayat 7 :


“ Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain” (Q.S Al Insyirah ; 7)

 

Kualitas Pendidikan yang baik dibangun oleh orang-orang yang memiliki visi  misi dan kerjasama yang baik, ikhlas dalam bekerja dan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas diri.

Mendidik adalah jalan mulia, memberikan arah  bagi generasi penerus bangsa dengan hanya mengharap ridho Allah Subhanahu wata’ala.***